
Kegiatan
ziarah atau wisata rohani sudah menjadi
agenda rutin tahunan Komunitas Meditasi Kristiani Banyumanik.Namun karena
beberapa tahun ini terkendala pandemi maka sempat tertunda sehingga kegiatan baru
bisa dilaksanakan kembali tepatnya hari Minggu,4 September 2022 dengan peserta
50 meditator dengan tujuan ziarah ke Pertapaan Santa Maria Rawaseneng
Temanggung dan Taman Doa Taroanggro Wonosobo.
Ziarah
di Pertapaan santa Maria Rawaseneng diisi dengan kegiatan Jalan salib
meditatif, doa rosario bersama dan acara kebersamaan yang diakhiri dengan
mengunjungi musium dan istirahat sejenak di cafeteria dan belanja di toko
souvenir membeli oleh-oleh olahan susu, keju, roti, kopi, madu, sambel pecel, dll
yang diproduksi para biarawan yang berkarya disana. Pertapaan Santa
Maria Rawaseneng merupakan tempat tinggal biarawan Trapis pria pertama di
Indonesia dan telah didirikan sejak tahun 1953 silam oleh Pater Bavo van der
Ham seorang Trappist asal Belanda. Meskipun Pertapaan Santa Maria Rawaseneng
tempatnya terpencil, tempat ini bisa dijangkau dengan mudah. Suasana Pertapaan
yang sejuk dan tenang di atas bukit serta dikelilingi dengan perkebunan
menambah nuansa hening dan damai sangat tepat sekali sebagai sarana refleksi
untuk semakin mendekatkan diri dengan Tuhan.

Selesai dari Pertapaan Santa Maria Rawaseneng
dilanjutkan ziarah ke Taman Doa Taroanggro Wonosobo. Di Taman Doa Taroanggro
terdapat Gua Maria, Jalan Salib, Gua Adorasi, dan Patung Hati Kudus Yesus.Yang
menarik dari tempat ziarah ini bukan hanya untuk berdoa saja melainkan dapat
menikmati pemandangan yang cantik di sekeliling taman doa,yang menarik lainnya
dapat melihat gunung sumbing secara jelas karena Taroanggro terletak diantara
dua gunung yaitu gunung sindoro dan sumbing. Ketika berdoa disana suasana yg
tenang dan hening sungguh sangat
terasa,sehingga dapat merasakan kedamaian dengan udara yang sejuk dan asri.

Karena di Rawaseneng sudah melaksanakan agenda Jalan
Salib Meditatif dan berdevosi kepada Bunda Maria dengan doa Rosario bersama
maka di taman doa Taroanggro diisi doa pribadi, kegiatan kebersamaan dan
sharing pengajaran dengan materi ‘Kesadaran Manunggal’ yang dibawakan oleh Br
Bayu,CSA.
Kegiatan ziarah diakhiri dengan mampir ke tempat
pariwisata di Kledung Park untuk menikmati keindahan alam sore hari sambil
bersantai ria di resto ataupun
tempat-tempat makan yang ada di sekitarnya.Puji Tuhan cuaca sangat cerah
sehingga semua bisa menikmati keindahan alam dengan gembira penuh suka cita. (Hans)
