Kegiatan MK Anak Banyumanik

Melatih anak sejak dini untuk doa hening di setiap Sabtu siang.

Kegiatan Meditasi Kristiani Usia Lanjut

Meditasi adalah sebuah perjalanan pulang kembali kepada kesejatian diri.

Ziarah dan rekreasi bersama di Taman Doa Ngrawoh - Sragen

Sukacita dalam kebersamaan, persaudaraan, kasih, dan damai.

Seminar Meditasi Kristiani tingkat nasional di Semarang

Belajar langsung dari sang guru, Fr. Laurence Freeman OSB, direktur WCCM.

Kegiatan Jalan Salib meditatif di Gua Maria Kerep Ambarawa

Merenungkan sengsara Yesus dalam keheningan untuk menemukan makna salib kehidupan.

Natalan bersama Meditasi kristiani

Natalan bersama keluarga besar MK Banyumanik

Meditasi Alam di Taman Doa Getsemani

Rasa damai dalam hati datang dari Tuhan, maka Tuhan ditemukan dalam ketenangan...

Tugas Tatalaksana

Melayani dan menjadi berkat bagi sesama

Komunitas MK Remaja

“...Bagaimana aku harus mengatakannya,
Perasaan yang ada di hatiku
Tuhan tolong aku harus mengatakannya
Kukasihi kau dengan kasih Tuhan
Kamu memang cantik (Terima kasih terima kasih)
Kamu memang ganteng (Dari dulu dari dulu)
Karna Tuhan di hati kita.
Kukasihi kau dengan kasih Tuhan, Kukasihi kau dengan kasih Tuhan
Kulihat di wajahmu kemuliaan raja, Kukasihi kau dengan kasih Tuhan”

Alunan suara nyanyian diatas terdengar penuh keceriaan diselingi gelak tawa dan gerakan tubuh yang terkadang membuat tersenyum melihatnya. SOS Children’s Village Semarang, di tempat inilah Komunitas MK Banyumanik setiap Hari Kamis pukul 17.00 -18.00WIB mendampingi adik-adik yang tinggal di panti asuhan tersebut untuk belajar dan praktek doa hening bersama.  Mendampingi latihan doa hening bersama mereka memerlukan perjuangan dan kesabaran yang ekstra mengingat mereka bukan anak-anak lagi namun juga belum dewasa. Di usia transisi yang tengah mencari jati diri, dimana kebutuhan untuk diperhatikan, didengar, dan diapresiasi, para remaja itu masih sangat besar. Para pembimbing memang belum begitu paham dan belum ada metode yang baku dalam mendampinginya. Pendampingan mengalir saja dengan menerapkan prinsip “masuk melalui pintu mereka dan keluar melalui pintu kita”. Dengan permainan yang menghibur, ice breaking yang membantu suasana lebih cair, bernyanyi dan menari bersama, mendalami Kitab Suci dengan kuiz atau sekedar tebakan yang ringan, membuat mereka mengalami suka cita. Melakukan kegiatan dengan penuh kesadaran sama dengan meditasi yang berpusat pada satu obyek. Melakukan aktifitas yang disukai juga bisa dilakukan dalam kondisi meditatif, contohnya menggambar, menulis, dan menebak gambar.

Komunitas MK Remaja - Banyumanik
Ketika sudah makin tenang dan fokus, mereka mulai diajak sharing bersama. Dalam sharing pendamping juga belajar peka mengingat mereka sangat sensitif karena latar belakang dan pengalaman “luka batin” masing-masing. Perlahan mereka diberi pemahaman untuk bisa menerima situasi diri, mengampuni, berdamai dengan diri, sehingga hidupnya lebih tenang, tidak ada kemarahan, dan dendam. Dengan semua proses ini diharapkan mereka bisa mengalami perubahan menjadi pribadi yang bersyukur atas rahmat kehidupan yang dianugerahkan Allah. Semua ini merupakan sharing dan materi  pengajaran yang disampaikan pembimbing dalam setiap pertemuan sebelum diakhiri dengan praktek meditasi bersama.

Meditasi bersama di akhir pertemuan


MK Lansia

Pendamping dan anggota MK Lansia Banyumanik

    Suasana asri dan tenang begitu terasa ketika memasuki wisma Lansia Harapan Asri Tusam. Di panti Wreda yg dikelola para Bruder CSA inilah Komunitas MK Banyumanik setiap Senin pukul 16.00-17.00 WIB mendampingi lansia untuk belajar dan praktek meditasi bersama.     Mendampingi dan mengajarkan doa hening kepada lansia tidaklah mudah, mengingat usia dan juga perbedaan kondisi dan latar belakang mereka yang berbeda. Maka diperlukan kesabaran untuk mendampinginya. Dari seringnya berinteraksi dan berkomunikasi, diketahui bahwa kebanyakan lansia ini merindukan sapaan dan perhatian.

Praktek Doa Tubuh
    Pembimbing melakukan pendekatan dengan memberikan perhatian dan ngobrol hal-hal ringan yang tidak membuat mereka berfikir keras ataupun tertekan. Pendamping juga belajar untuk mendengarkan sharing dengan sabar dan penuh perhatian. Dengan demikian semangat mereka dalam bekomunitas dapat terbangun dengan baik sehingga timbul kepercayaan untuk berbagi apa yang di rasakan. 

    Mereka tidak perlu teori-teori tentang meditasi, yang terpenting adalah prakteknya, dan kebersamaan akan membuat lansia senang dan bahagia. Ketika sudah nyaman, pembimbing bisa pelan-pelan memberikan pemahaman tentang pentingnya kesadaraan untuk menerima diri dan belajar melepaskan diri dari kelekatan duniawi. Usia lanjut bukan saatnya lagi terbelenggu dengan masa lalu. Ini adalah saat menerima kenyataan untuk hidup di masa kini, dan  mensyukuri hidup yang telah dianugerahkan Tuhan dengan menjalani hidup di usia senja dengan lepas-bebas, sehingga mereka bisa menikmati  bonus usia senjanya dengan lebih bahagia karena tugasnya  sekarang adalah  menjadi pendoa bagi keluarga dan sesama. 

    Meditasi sendiri adalah sebuah latihan untuk melepaskan pikiran, kekuatiran, dan kecemasan. Menyingkirkan semua hal yang menghalangi relasi dengan Tuhan. Dalam latihan doa hening, mereka yang setia dan tekun bermeditasi akan terbantu untuk mengalami hidup penuh kasih, damai, dan sukacita di usia senja.

Sebagian pendamping setia MK Lansia


Kegiatan


Komunitas Meditasi Kristiani Gereja Santa Maria Fatima Banyumanik merupakan kelompok doa yang mendalami dan menekuni doa kontemplatif. Rutinitas kegiatan yang dilakukan adalah mengadakan pertemuan mingguan untuk latihan olah rohani doa hening. Inti/jantung dari pertemuan mingguan adalah praktek meditasi bersama kemudian dilanjutkan dengan sharing pengalaman iman dan materi pengajaran tentang doa hening.

Kebersamaan sebagai satu keluarga di dalam komunitas menjadi bagian yang penting karena dalam komunitas ini, kami merupakan satu tubuh dengan banyak anggota, kompak bergandengan tangan, dalam peziarahan bersama dalam komunitas MK. Hal ini dirasakan oleh para meditator saat lama tidak berkumpul ada yang merasa kurang atau kehilangan sehingga disaat berjumpa dalam pertemuan merupakan kesempatan untuk saling bertemu dan menyapa, berbagi pengalaman satu dengan yang lain sehingga semua merasa disemangati, dikuatkan, dan diteguhkan. Selain pertemuan rutin mingguan, Komunitas Meditasi Kristiani juga mengadakan kegiatan yang lain seperti meditasi alam, jalan salib meditatif, rekoleksi, perayaan Natal, syukuran ulang tahun komunitas, ziarah dan rekreasi bersama. Selain itu juga mengadakan kunjungan kasih kepada meditator yang merindukan sapaan dan perhatian, mengunjungi yang sakit, dan kunjungan kasih lainnya.

Pada tahun 2021 ini, tepatnya tgl 1 November, Komunitas MK Banyumanik berusia 6 tahun. Tercatat ada 80 meditator dan ada 4 kelompok yaitu Kelompok Meditasi anak, remaja/OMK, lansia serta Kelompok umum. Doa hening yang ditekuni dalam komunitas MK menawarkan keheningan sebagai oase yang menyegarkan di tengah kesibukan dunia. Relasi dengan Tuhan yang dibangun dalam meditasi ini diharapkan dapat mengubah pribadi yang cenderung reaktif menjadi reflektif. Buah dari ketekunan bermeditasi adalah buah Roh sendiri (Galatia 5:22-23).


Logo MK

Arti dan Makna Logo MK

Berbagai macam doa seharusnya membimbing kita pada kesatuan dengan Kristus. Hidup dan doa kita diibaratkan sebagai mata dan kaca mata. Hidup membutuhkan doa sama halnya mata membutuhkan kacamata dimana kedua lensanya memiliki ukuran yang sesuai sehingga kita dapat melihat realitas dengan jelas. 

Logo Meditasi Kristiani terinspirasi dari mozaik kuno dari salah satu Gereja perdana yaitu: Dua ekor burung yang merupakan lambang dari sikap kontemplatif dan sikap aktif. Burung yang menengok ke atas melambangkan sisi kontemplatif, dan sisi aktif dilambangkan dengan burung yang sedang mematuk makanan. Kedua sisi inilah yang merupakan kesatuan dari kedua lensa kacamata untuk menuju pada kesatuan dengan Kristus. 

Dalam Injil, sisi aktif-kontemplatif diceritakan dalam kisah Marta dan Maria (lihat Injil Lukas 10: 38-42). Marta mencerminkan seorang yang aktif yaitu seorang pekerja yang mengurus segala sesuatu, sedangkan Maria mencerminkan seorang yang kontemplatif yaitu seorang yang memilih duduk dekat Yesus. Kemudian timbul masalah, yaitu pada saat Marta mulai merasa terganggu, karena ia merasa cemas akibat perhatiannya pada segala hal mulai memperlihatkan ketidakberesan. Selanjutnya ia mulai marah dalam hati dan ketika kemarahan itu tidak lagi dapat ditahan dan ia menghampiri Yesus, yang tanpa disadarinya secara tidak langsung menyerang Yesus yang "membiarkan ia bekerja sendiri". Kedatangan Yesus mungkin bersama rombongan para murid merupakan hal yang biasa, nampaknya semua dapat dikerjakan olehnya sendiri, tapi ketika muncul ketidakberesan, rasa frustasipun muncul terutama saat ia melihat Maria tidak membantunya. Nampaknya Marta cocok bila dijadikan pelindung bagi orang stress di masa kini.

Marta memikul bebannya sendiri dan ia menderita. Dalam situasi itu Yesus melihat dan memperlihatkan belarasa dengan memanggil namanya "Marta, Marta". 

Saat seperti inilah, seperti Marta, nama kita dipanggil, kitapun diundang lebih dalam masuk kedalam kesatuan dengan Yesus. Dalam tradisi meditasi Kristiani"Pengenalan diri" merupakan landasan untuk "Pengenalan akan Allah". Saat Yesus menyapa "Marta, Marta", Marta tertolong untuk menyadari dirinya, langkah pertama adalah menyadari bagaimana keadaan saya sekarang. Yesus memperlihatkan bahwa ia cemas karena perhatiannya terpecah-pecah seperti seorang pemain akrobat, yang lepas kontrol. Yesus memberikan kata bijaksana tentang satu hal saja, dimana Ia tidak merumuskan secara langsung, namun kitalah yang perlu menangkap hal penting itu. Yesus seperti membela Maria atau membela hidup kontemplatif, dimana Gereja pun menggunakan kata-kata itu untuk mempertahankan cara hidup kontemplatif yaitu "Maria telah mengambil bagian yang terbaik dan tidak akan diambil darinya".

Yesus tidak menyalahkan Marta namun membantu Marta menyadari dirinya. Sabda Allah hidup dan bekerja saat kita membuka hati dan hidup. Oleh karena itu penting untuk "mendengarkan" panggilan tsb dan melihatnya dalam hidup kita masing-masing sehingga kita dapat bertanya pada diri sendiri apakah hal yang penting itu. Dunia saat ini dipenuhi oleh banyak orang yang seperti Marta, pribadi yang tidak seimbang sehingga mereka merasa cemas, kesepian, dan putus harapan. Persoalan yang dihadapi oleh Marta adalah persoalan kita juga, pikiran kita mengalami banyak pelanturan-pelanturan karena kita tidak hidup di saat kini tetapi terombang-ambing antara masa lalu dan masa depan. Kita tercerai berai sehingga tidak dapat melaksanakan tugas secara optimal.

Saat perhatian tidak terfokus, kita sering melakukan kesalahan, saat tidak terfokus itu kitapun kurang memperhatikan Tuhan. Kita marah karena kita merasa Tuhan tidak hadir tetapi sebenarnya kitalah yang tidak hadir karena kita tidak hidup dalam masa kini. Marta melupakan kebenaran yang ada dalam diri Maria yaitu sikap kontemplatif. Bila hal itu tak dilupakannya ia dapat menjadi aktif yang kontemplatif atau kontemplatif yang aktif. Segala kegiatan aktif harus bersumber pada kehidupan kontemplatif. Dalam keadaan tercerai berai akan sulit melakukan kegiatan aktif yang kontemplatif. 

Maria dan Marta melambangkan juga dua bagian jiwa yang dalam bidang kedokteran dipaparkan sebagai kegiatan otak kiri dan otak kanan, dimana otak kiri aktif untuk berbahasa, menganalisa, berpikir, membuat rencana, menguraikan masalah, membanding-bandingkan, menghitung untung dan rugi dan hal-hal lain yang berhubungan dengan logika, sedangkan otak kanan aktif untuk menghubungkan gagasan-gagasan, artistik, menggunakan intuisi, dalam tingkat yang lebih dalam yaitu hati. Maria dan Marta juga lambang dua sisi dari doa, dua lensa yang diperlukan kacamata agar mata dapat melihat sesuatu dengan jelas. Sering lensa Maria atau kontemplatif terlepas, untuk itu kita harus mencari dan memasangnya kembali. Kita juga harus menjaga agar lensa tidak terlepas sehingga kita dapat berkembang dalam keseimbangan dan mencapai kedamaian. Damai tidak dapat dicapai dalam keterpecahan. 

Ada beramacam-macam bentuk doa, hal ini untuk membuka mata batin kita, melalui mata batin kita dapat melihat Tuhan dalam segala hal. Inilah tujuan doa juga agama. Bila suatu agama kehilangan segi kontemplatif akan menjadi sangat berbahaya karena telah kehilangan pusatnya, agama itu akan merosot menjadi tahayul. "Hidup Kristiani bukan hidup tahayul tapi hidup beriman". 

Cara hidup kontemplatif berasal dari tradisi Kristiani kuno, para bapa padang gurun melakukan cara yang sederhana untuk masuk dalam hening dan diam, ini adalah sangat sederhana tapi bukan masalah rileksasi. Secara psikologis meditasi sangat baik karena membantu sistim syaraf untuk mengurangi stress. Meditasi bukan apa yang dipikirkan, dalam hal ini berpikir-pikir tentang Tuhan, tetapi waktu ini adalah waktu berdoa dengan hati. Seperti yang dikatakan St. Paulus, "... sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah ..." (Rm 8:26). Kita tidak tahu bagaimana berdoa, tapi Roh yang di dalam dirikulah yang berdoa. Kita hadir di dalam Allah dan Allah di dalam kita. Kita sukar menyadari kehadiran Allah bila kita terpecah, Meditasi menolong kita untuk menjadi integral. 

Bila meditasi dilakukan setiap hari maka pekerjaan Marta akan menjadi lebih baik. Satu sisi, sisi aktif yang ramai, satu sisi yang lain, sisi kontemplatif yang hening. Meditasi menghubungkan ke dua sisi tersebut. Jangan hanya setengah-setengah, tapi lakukanlah setiap hari selama 20-30 menit, waktu yang ideal adalah pagi hari sebelum sibuk dan sore hari sebelum makan malam. Setelah beberapa lama baru kita akan membangun irama yang sesuai dengan pola hidup kita. 

Tidak ada sesuatu yang lebih sederhana dari pada meditasi. Hal yang dibutuhkan hanyalah ketekunan untuk menjadi sederhana. Kita semua membutuhkan dukungan dan disiplin untuk mempertahankan kesederhanaan.

 


Doa Komunitas

Setiap kali sebuah komunitas Meditasi Kristiani berkumpul bersama dan bermeditasi, biasanya tepat sebelum meditasi didoakan Doa Pembuka. Bisa didoakan bersama, maupun oleh pemimpin/ petugas yang ditunjuk. Demikian juga, pertemuan diakhiri oleh Doa Penutup sebagai berikut:


DOA PEMBUKA

Bapa Surgawi, bukalah hati kami akan keheningan hadirat Roh Putra-Mu. Bimbinglah kami kepada misteri keheningan Ilahi dimana rahmat kasih-Mu memancar kepada setiap orang yang merindukannya. Ma-ra-na-tha.... Datanglah, Tuhan Yesus


DOA PENUTUP

Semoga kelompok meditasi ini menjadi rumah spiritual yang sejati bagi yang mencarinya. Semoga keheningan ini menjadi kekuatan untuk membuka hati kita semua kepada Citra Allah, sehingga dengan demikian kita saling mengasihi, mengalami damai, berlaku adil dan menjadi manusia yang bermartabat. Semoga keindahan Kerahiman Ilahi memenuhi setiap hati kita yang berdoa disini dengan harapan dan kegembiraan. Semoga kita yang berdoa disini dikuatkan oleh Roh Kudus untuk melayani semua yang datang dan menerima mereka sebagai Kristus sendiri. Doa yang sederhana ini kami ucapkan dengan perantaraan Kristus Tuhan kami.
Amin..

 

Meditasi Anak

Meditasi Kristiani anak pada dasarnya sama dengan Meditasi Kristiani pada umumnya. Yang membedakan hanyalah cara penyampaiannya. Mengajarkan Meditasi kepada anak tentu harus menggunakan bahasa yang lebih sederhana, mudah dipahami, dan yang paling penting adalah prakteknya. Prinsip yang digunakan pendamping adalah "Masuk melalui pintu mereka, keluar melalui pintu kita".

Dunia anak adalah dunia bermain, maka anak-anak akan sangat senang ketika mereka dilibatkan untuk mengatur ruangan meditasi, bernyanyi, menari, dan bermain bersama, sharing pengalaman apa saja yang dialami di sekolahnya. Untuk penanaman nilai, pembimbing bisa membawakan aneka cerita bijak yang diambil dari aneka bahan yang memotivasi dan meneguhkan. Semangat berbagi juga perlu ditanamkan dengan tugas-tugas untuk berbuat kebajikan pada keluarga, teman, sesama dan berderma.  Setelah mereka merasa nyaman dengan suasananya, selanjutnya bisa mulai diajak masuk dalam keheningan untuk meditasi bersama. 

Sangatlah penting untuk mengajarkan kepada anak-anak bahwa ketika mereka berkumpul untuk bermeditasi, mereka menjadi satu keluarga dalam menciptakan sebuah tempat suci. Yesus bersabda, “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam NamaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”(Mat18:20). 

Waktu Meditasi untuk anak disesuaikan dengan usia mereka. Usia 5 tahun berlatih meditasi 5 menit, usia 8 tahun 8 menit, dst. Kita akan menemukan bahwa mereka mudah sekali bermeditasi karena anak-anak masih dekat dengan 'Sang Sumber'. Lalu ketika beranjak dewasa kebanyakan orang mulai 'melupakan' kedekatan ini.

Mengenalkan doa hening sejak usia dini banyak sekali manfaaatnya, salah satunya adalah penanaman iman anak dan pembentukan karakter. Komunitas Meditasi Kristiani Banyumanik mengadakan latihan meditasi untuk anak di Paroki Banyumanik sejak tahun 2017 yang diikuti oleh murid-muris SD St. Antonius 02. Mereka berkumpul bersama tiap Hari Sabtu jam 11.00 s/d 12.00.

Fr John Main, OSB berucap “Meditasi Kristiani adalah suatu perjalanan iman dan semakin awal seseorang memulainya, semakin mendalam pengaruhnya." Sehingga dengan adanya latihan meditasi kristiani anak, semoga semakin banyak benih-benih panggilan yang tekun dan setia mendalami doa kontemplatif.



Sejarah MK Banyumanik

Pastor John Main OSB (1926-1982) adalah tokoh penting dalam sejarah Meditasi Kristiani. Beliau adalah anggota Biara Santo Benediktus (Benediktin) yang memperkenalkan kembali tradisi doa ini dari para bapa/ibu padang gurun di abad IV. Dia memulai Pusat Meditasi Kristiani yang pertama di London pada th. 1975. Lalu pada seminar John Main 1991 dibentuklah WCCM (World Community Christian Meditation) oleh Pastor Laurence Freeman, OSB, yang merupakan murid dan rekan sekomunitas Pastor John Main. Dan Pastor Freeman ini menjabat sebagai direktur WCCM hingga sekarang. 

Kunjungan Fr. Laurence Freeman OSB di Semarang th. 2018

Pada Th. 2003 Pater Laurence Freeman, OSB dengan sponsor MK Singapura, datang ke beberapa kota di Indonesia untuk menperkenalkan Meditasi Kristiani di beberapa tempat di Indonesia. Kemudian pada Tahun 2008 datang kembali dan bahkan sempat singgah di Gereja Katedral Semarang untuk mengisi acara perkenalan MK. Tidak kurang dari 800 orang hadir dalam acara itu. Pada tahun inilah mulai muncul kelompok Meditasi Kristiani di beberapa paroki di Keuskupan Agung semarang, termasuk di Paroki Banyumanik. 
Seminar Pengenalan MK di Banyumanik
Perkembangan Komunitas MK di Banyumanik sendiri mengalami pasang surut. Hingga pada Bulan November 2015 diadakan pengenalan MK di Gedung Pertemuan Paroki Banyumanik dengan nara sumber Rm. Tan Thian Sing, MSF dan Br. Bayu, CSA. Sehingga Komunitas MK Banyumanik kembali hidup dan berkembang hingga saat ini.

Sekarang ini MK sudah berkembang di banyak kota. Kurang lebih ada 120 komunitas MK di Indonesia, ditambah dengan munculnya komunitas-komunitas online di masa pandemi covid 19 Tahun 2021. Kelompok ini seringkali tidak dibatasi oleh teritorial paroki dan keuskupan.
Untuk melihat komunitas-komunitas Meditasi Kristiani dan aneka program yang diselenggarakan, bisa dilihat DI SINI.


WEBINAR SIX WEEKS PROGRAM

Ditengah situasi yang penuh keprihatinan karena pandemi covid-19 yang belum juga berakhir, Tuhan begitu baik dan mengijinkan Komunitas Meditasi Kristiani (MK) Banyumanik untuk berkarya dan berkreatifitas mengadakan Six Weeks Program Pengenalan Meditasi Kristiani secara online.

Webinar yang didukung penuh oleh Romo Paroki Banyumanik, dengan  narasumber Br. Bayu, CSA ini, telah berjalan dengan baik dan lancar. Tercatat lebih dari 200 orang baik dari Keuskupan Agung Semarang maupun di luar KAS (termasuk peserta dari luar negeri), mendaftarkan diri untuk mengikuti program ini.  

Webinar yang diselenggarakan pada tanggal 6 Juli sampai dengan 10

Agustus 2021 ini, pada awalnya diagendakan untuk kegiatan internal MK Banyumanik, karena sudah cukup lama tidak ada kegiatan pengenalan MK di Paroki. Mengingat situasi dan kondisi yang belum memungkinkan untuk diselenggarakan secara tatap muka, maka disepakati program pengenalan MK ini diadakan secara online melalui media zoom dan akhirnya dibuka untuk umum. Sehingga peserta yang mendaftar tidak hanya dari Banyumanik dan Semarang saja tetapi meluas di berbagai Keuskupan.

Tujuan penyelenggaraan Webinar Six Weeks Program ini adalah untuk memperkenalkan doa Kontemplatif kepada siapa saja yang terpanggil untuk mendalaminya. Juga sebagai  sarana penyegaran pertumbuhan iman  bagi para meditator agar lebih bersemangat  dan tekun dalam  melakukan praktek doa hening.

Acara ini sungguh membangun kebersamaan dalam komunitas seperti yang pernah disampaikan oleh Pater Laurence Freeman, OSB, Direktur WCCM, bahwa: “MEDITATION CREATES COMMUNITY” 

Tidak bisa dipungkiri dalam mendalami doa kontemplatif, pasti ada perjuangan di dalamnya, diserang rasa bosan dan malas, rasa kering dalam doa, dan aneka hambatan lainnya. Untuk itu sangat diperlukan komunitas, karena dengan berkomunitas para meditator akan saling mengingatkan dan menyemangati satu dengan yang lain, sehingga semakin dikuatkan & diteguhkan dalam praktek olah rohani doa hening ini. Komunitas akan menjaga bara api tetap menyala dengan cara terus melakukan meditasi bersama.  Komunitas juga sebagai sarana untuk membagikan rahmat buah-buah rohani yang telah di terima melalui meditasi.


VISI MK

Visi MK

Agar misteri dan keheningan Allah yang hadir dalam diri kita, tidak hanya semakin nyata, tetapi terlebih menjadi kenyataan yang memberi makna, bentuk dan tujuan kepada semua yang kita lakukan, dan kepada seluruh keberadaan kita.

MISI MK

Menyebarluaskan dan menumbuh - kembangkan pengajaran doa meditasi dalam tradisi Kristiani yang diteruskan oleh Pater John Main, OSB, dalam semangat pelayanan untuk menjalin persatuan.

Buah & Manfaat Meditasi Kristiani

Manfaat Meditasi Kristiani

Hasil riset pelaksanaan meditasi pada anak di sekolah menunjukkan manfaat berikut:

  • Lebih tenang
  • Lebih fokus (mudah belajar)
  • Lebih suka keheningan
  • Bisa konsentrasi dengan lebih baik
  • Menurunkan tekanan darah 
  • Mengatasi stress dan depresi
  • Mengontrol emosi, membuat harmoni, dll

Buah Meditasi Kristiani, adalah buah Roh sendiri:
  • Kasih dan damai
  • Suka cita
  • Lemah lembut
  • Sabar dan murah hati
  • Setia
  • Pengenalan diri
  • Pengendalian diri
  • Lebih perhatian pada sesama
  • Kesadaran (Awareness)

Namun itu  semua bukan yang utama. Yang paling penting adalah persatuan dengan Allah yang tinggal dalam lubuk hati kita yang paling dalam.

“Carilah dahulu Kerajaan Allah, 
maka semuanya akan ditambahkan kepadamu”
(Mat 6:33)

Cara Doa

Cara Melakukan Meditasi Kristiani

  • Carilah waktu yang tepat dan tempat yang nyaman.
  • Duduk diam dan hening dengan punggung tegak.
  • Ucapkan & dengan lembut kata doa “Maranata” dari awal sampai akhir meditasi tanpa berhenti. Dengarkanlah kata itu selagi mengucapkannya. Jangan berpikir tentang artinya
  • Ucapkanlah dalam hati tanpa tergesa, tanpa mengharapkan sesuatu terjadi (tanpa intensi).
  • Tinggalkan semua pemikiran dan imaginasi, bahkan yang bersifat rohani sekalipun.
  • Jika pikiran melantur, dengan lembut ucapkan kembali “Maranata” sampai akhir meditasi.
  • Bersikaplah sederhana dan lakukan dengan setia.
Ada apa dengan MA-RA-NA-TA?

  • Jalan untuk mengatasi pelanturan-pelanturan.
  • Merupakan pernyataan iman kita.
  • Jalan untuk menjadi sederhana dalam doa.
  • Untuk mengatasi EGO kita (mengalihkan perhatian kita keluar dari diri kita sendiri)

Seperti halnya tubuh jasmani, rohani juga perlu diperkuat dengan disiplin latihan rohani

  • Disarankan untuk melakukan meditasi: 2 x sehari @ 20 – 30 menit
  • Doa yang benar adalah doa yang mengubah.....
  • Kalau kita mau mengubah dunia, maka itu harus dimulai dari diri sendiri. Meditasi adalah jalan untuk perubahan diri tanpa paksaan dan kekerasan. Kebiasaan meditasi, dan perjumpaan dengan Allah dalam keheningan akan mengubah diri yang biasanya reaktif menjadi pribadi yang reflektif. Menjadi pribadi yang ‘menep’.

Doa Hening

Apakah doa itu?

  • Doa pada dasarnya berarti mengangkat hati, mengarahkan hati kepada Tuhan, menyatakan diri anak Allah, mengakui Allah sebagai Bapa.
  • Doa tidak membutuhkan banyak kata (bdk. Mat 6:7), tidak terikat pada waktu dan tempat tertentu, tidak menuntut sikap badan atau gerak-gerik yang khusus, meskipun dapat didukung olehnya.
  • Sebetulnya yang berdoa bukan manusia, melainkan Roh Allah sendiri. "Kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa, tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita (Rm 8:26).

Tiga jenis doa:   

  1. Doa vokal, didoakan pada saat umat seiman berkumpul untuk berdoa
  2. Doa mental menggunakan pikiran, merupakan doa yang menggunakan kata-kata atau berpikir tentang Allah. Doa mental biasanya dilakukan secara pribadi.
  3. Doa hati/doa hening, kita tidak berpikir tentang Allah / berbicara / meminta sesuatu kepada-Nya. Kita hanya perlu hadir bersama-Nya yang tinggal di dalam hati kita, di dalam Roh Kudus yang telah diberikan oleh Yesus kepada kita semua. Kita masuk kedalam hati kita, ke tempat di mana Yesus sendiri berdoa dalam persatuan dengan Bapa dan Roh Kudus dalam keheningan yang mendalam.

Apa itu Meditasi Kristiani (MK)?

  • Dalam tradisi kristiani, meditasi adalah sebuah cara berdoa khusus yang disebut doa murni / doa yang mengabaikan pikiran dan lebih menggunakan hati.
  • Meditasi adalah sebuah disiplin dan proses untuk membawa pikiran menuju ke hati.  
  • Meditasi diturunkan dari Bahasa latin: Meditare, yang artinya tinggal di pusat.
  • Jadi meditasi kristiani adalah doa hati / doa batin.
  • Meditasi tidak menggantikan bentuk doa lain. Sebaliknya meditasi memperkaya, memperdalam, dan menyatukan semua bentuk doa lain yang merupakan kekayaan Gereja.
  • Dalam doa mental kita berpikir tentang Tuhan, bicara pada Tuhan, menggunakan imajinasi dan bacaan kitab suci, namun dalam doa hati/batin ini kita melepaskan kata-kata, pikiran, dan imajinasi. Kita bergerak dari kepala menuju ke hati dengan cara yang amat sederhana.
  • Meditasi membawa pada keheningan, ketenangan, dan kesederhanaan. Meditasi adalah doa hati, tanpa kata-kata dan tanpa intensi apapun. Hanya berusaha untuk tinggal di hadirat Allah.
  • Meditasi adalah doa yang sangat sederhana. Semua orang bisa melakukannya, bahkan anak kecil sekalipun! Karena setiap orang terlahir kontemplatif...

 3 Unsur dalam Meditasi Kristiani

  1. Diam, berarti membiarkan pergi segala keinginan.
  2. Hening, berarti membiarkan pergi segala pikiran.  Memusatkan perhatian.
  3. Simple/sederhana, berarti membiarkan pergi analisa diri.

“Diamlah dan ketahuilah
bahwa Akulah
 Tuhan” (Mazmur 46).


Penggunaan Kata Doa (Mantra)

  • Penggunaan  kata doa (mantra) yang diulang dengan penuh kasih akan membawa kita pada keheningan pikiran dan membantu kita memasuki keheningan yang diam di pusat keberadaan kita.
  • Kata doa yang disarankan adalah MARANATHA (Tuhan datanglah!), sebuah kata tertua (Bahasa Aram) dalam tradisi doa umat Kristiani

Kontak

Jika anda tertarik untuk bergabung dengan Komunitas Meditasi Kristiani Paroki St. Maria Fatima Banyumanik, dan untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak berikut:

Valentina Tutik Handayani (08156539995)



Link MK Pusat

Untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai Komunitas Meditasi Kristiani, silakan mengunjungi website resminya dengan klik link berikut:  

1. WCCM (World Community for Christian Meditation)

2. Meditasi Kristiani Indonesia

3. Video Pengajaran

4. Program Kegiatan Online





Profil

Nama Komunitas

Komunitas Meditasi Kristiani Banyumanik

Berdiri

1 November 2015

Sekretariat

Paroki Santa Maria Fatima

Jl. Kanfer Raya 49 Banyumanik Semarang

Tempat Kegiatan

Gedung Paroki Banyumanik

Pengurus Periode 2023 - 2026

Pendamping 

Br. Fx. Bayu Adhi Prasetya, CSA

Ketua

Maria Valentina Tutik Sinaga

Sekretaris 

Samuel Sitohang

Bendahara

Maria Fransiska Sri Kadarwati 

Multimedia dan Publikasi

Paulus Cendy Navaro

Sosial

Agustin Margaretha Budiyah

Koord. Tata Laksana

Richardus Gun Setya Prabowo

Koord. Parkir

Yohanes Baptista Hari Budiyanto

Koord. Liturgi

Diana Rini Diah Agustinari

Koord. Non Liturgi

Yohanes Priatmojo Budi Prasetya