Arti dan Makna Logo MK
Berbagai macam doa seharusnya membimbing
kita pada kesatuan dengan Kristus. Hidup dan doa kita diibaratkan sebagai mata
dan kaca mata. Hidup membutuhkan doa sama halnya mata membutuhkan kacamata
dimana kedua lensanya memiliki ukuran yang sesuai sehingga kita dapat melihat
realitas dengan jelas.
Logo Meditasi Kristiani
terinspirasi dari mozaik kuno dari salah satu Gereja perdana yaitu: Dua ekor
burung yang merupakan lambang dari sikap kontemplatif dan sikap aktif. Burung
yang menengok ke atas melambangkan sisi kontemplatif, dan sisi aktif dilambangkan
dengan burung yang sedang mematuk makanan. Kedua sisi inilah yang merupakan
kesatuan dari kedua lensa kacamata untuk menuju pada kesatuan dengan
Kristus.
Dalam Injil, sisi
aktif-kontemplatif diceritakan dalam kisah Marta dan Maria (lihat Injil Lukas
10: 38-42). Marta mencerminkan seorang yang aktif yaitu seorang pekerja yang
mengurus segala sesuatu, sedangkan Maria mencerminkan seorang yang kontemplatif
yaitu seorang yang memilih duduk dekat Yesus. Kemudian timbul masalah, yaitu
pada saat Marta mulai merasa terganggu, karena ia merasa cemas akibat
perhatiannya pada segala hal mulai memperlihatkan ketidakberesan. Selanjutnya
ia mulai marah dalam hati dan ketika kemarahan itu tidak lagi dapat ditahan dan
ia menghampiri Yesus, yang tanpa disadarinya secara tidak langsung menyerang
Yesus yang "membiarkan ia bekerja sendiri". Kedatangan Yesus mungkin
bersama rombongan para murid merupakan hal yang biasa, nampaknya semua dapat
dikerjakan olehnya sendiri, tapi ketika muncul ketidakberesan, rasa frustasipun
muncul terutama saat ia melihat Maria tidak membantunya. Nampaknya Marta cocok
bila dijadikan pelindung bagi orang stress di masa kini.

Marta memikul bebannya sendiri
dan ia menderita. Dalam situasi itu Yesus melihat dan memperlihatkan belarasa
dengan memanggil namanya "Marta, Marta".
Saat seperti inilah, seperti
Marta, nama kita dipanggil, kitapun diundang lebih dalam masuk kedalam kesatuan
dengan Yesus. Dalam tradisi meditasi Kristiani"Pengenalan diri"
merupakan landasan untuk "Pengenalan akan Allah". Saat Yesus
menyapa "Marta, Marta", Marta tertolong untuk menyadari dirinya,
langkah pertama adalah menyadari bagaimana keadaan saya sekarang. Yesus
memperlihatkan bahwa ia cemas karena perhatiannya terpecah-pecah seperti
seorang pemain akrobat, yang lepas kontrol. Yesus memberikan kata bijaksana
tentang satu hal saja, dimana Ia tidak merumuskan secara langsung, namun
kitalah yang perlu menangkap hal penting itu. Yesus seperti membela Maria atau
membela hidup kontemplatif, dimana Gereja pun menggunakan kata-kata itu untuk
mempertahankan cara hidup kontemplatif yaitu "Maria telah mengambil bagian
yang terbaik dan tidak akan diambil darinya".

Yesus tidak menyalahkan
Marta namun membantu Marta menyadari dirinya. Sabda Allah hidup dan bekerja
saat kita membuka hati dan hidup. Oleh karena itu penting untuk
"mendengarkan" panggilan tsb dan melihatnya dalam hidup kita
masing-masing sehingga kita dapat bertanya pada diri sendiri apakah hal yang
penting itu. Dunia saat ini dipenuhi oleh banyak orang yang seperti Marta,
pribadi yang tidak seimbang sehingga mereka merasa cemas, kesepian, dan putus
harapan. Persoalan yang dihadapi oleh Marta adalah persoalan kita juga, pikiran
kita mengalami banyak pelanturan-pelanturan karena kita tidak hidup di saat
kini tetapi terombang-ambing antara masa lalu dan masa depan. Kita tercerai
berai sehingga tidak dapat melaksanakan tugas secara optimal.
Saat perhatian tidak terfokus,
kita sering melakukan kesalahan, saat tidak terfokus itu kitapun kurang
memperhatikan Tuhan. Kita marah karena kita merasa Tuhan tidak hadir tetapi
sebenarnya kitalah yang tidak hadir karena kita tidak hidup dalam masa kini.
Marta melupakan kebenaran yang ada dalam diri Maria yaitu sikap kontemplatif.
Bila hal itu tak dilupakannya ia dapat menjadi aktif yang kontemplatif atau
kontemplatif yang aktif. Segala kegiatan aktif harus bersumber pada kehidupan
kontemplatif. Dalam keadaan tercerai berai akan sulit melakukan kegiatan aktif
yang kontemplatif.

Maria dan Marta melambangkan
juga dua bagian jiwa yang dalam bidang kedokteran dipaparkan sebagai kegiatan
otak kiri dan otak kanan, dimana otak kiri aktif untuk berbahasa, menganalisa,
berpikir, membuat rencana, menguraikan masalah, membanding-bandingkan,
menghitung untung dan rugi dan hal-hal lain yang berhubungan dengan logika,
sedangkan otak kanan aktif untuk menghubungkan gagasan-gagasan, artistik,
menggunakan intuisi, dalam tingkat yang lebih dalam yaitu hati. Maria dan Marta
juga lambang dua sisi dari doa, dua lensa yang diperlukan kacamata agar mata
dapat melihat sesuatu dengan jelas. Sering lensa Maria atau kontemplatif
terlepas, untuk itu kita harus mencari dan memasangnya kembali. Kita juga harus
menjaga agar lensa tidak terlepas sehingga kita dapat berkembang dalam
keseimbangan dan mencapai kedamaian. Damai tidak dapat dicapai dalam
keterpecahan.
Ada beramacam-macam bentuk
doa, hal ini untuk membuka mata batin kita, melalui mata batin kita dapat
melihat Tuhan dalam segala hal. Inilah tujuan doa juga agama. Bila suatu agama
kehilangan segi kontemplatif akan menjadi sangat berbahaya karena telah
kehilangan pusatnya, agama itu akan merosot menjadi tahayul. "Hidup
Kristiani bukan hidup tahayul tapi hidup beriman".
Cara hidup kontemplatif
berasal dari tradisi Kristiani kuno, para bapa padang gurun melakukan cara yang
sederhana untuk masuk dalam hening dan diam, ini adalah sangat sederhana tapi
bukan masalah rileksasi. Secara psikologis meditasi sangat baik karena membantu
sistim syaraf untuk mengurangi stress. Meditasi bukan apa yang dipikirkan,
dalam hal ini berpikir-pikir tentang Tuhan, tetapi waktu ini adalah waktu
berdoa dengan hati. Seperti yang dikatakan St. Paulus, "... sebab kita
tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk
kita kepada Allah ..." (Rm 8:26). Kita tidak tahu bagaimana berdoa, tapi
Roh yang di dalam dirikulah yang berdoa. Kita hadir di dalam Allah dan Allah di
dalam kita. Kita sukar menyadari kehadiran Allah bila kita terpecah, Meditasi
menolong kita untuk menjadi integral.
Bila meditasi dilakukan setiap
hari maka pekerjaan Marta akan menjadi lebih baik. Satu sisi, sisi aktif yang
ramai, satu sisi yang lain, sisi kontemplatif yang hening. Meditasi
menghubungkan ke dua sisi tersebut. Jangan hanya setengah-setengah, tapi
lakukanlah setiap hari selama 20-30 menit, waktu yang ideal adalah pagi hari
sebelum sibuk dan sore hari sebelum makan malam. Setelah beberapa lama baru
kita akan membangun irama yang sesuai dengan pola hidup kita.
Tidak ada sesuatu yang lebih
sederhana dari pada meditasi. Hal yang
dibutuhkan hanyalah ketekunan untuk menjadi sederhana. Kita semua
membutuhkan dukungan dan disiplin untuk mempertahankan kesederhanaan.