Ditengah situasi yang penuh keprihatinan karena pandemi covid-19 yang belum juga
berakhir, Tuhan begitu baik dan mengijinkan Komunitas Meditasi Kristiani (MK) Banyumanik untuk berkarya dan
berkreatifitas mengadakan Six Weeks Program Pengenalan Meditasi Kristiani
secara online.
Webinar
yang didukung penuh oleh Romo Paroki Banyumanik, dengan narasumber Br. Bayu, CSA ini, telah berjalan dengan baik dan lancar. Tercatat lebih dari 200 orang baik dari Keuskupan Agung Semarang maupun di luar KAS (termasuk peserta dari luar negeri), mendaftarkan diri untuk mengikuti program ini.
Webinar
yang diselenggarakan pada tanggal 6 Juli sampai dengan 10

Agustus 2021 ini, pada awalnya diagendakan untuk kegiatan internal MK Banyumanik,
karena sudah cukup lama tidak ada kegiatan pengenalan MK di Paroki. Mengingat
situasi dan kondisi yang belum memungkinkan untuk diselenggarakan
secara tatap muka, maka disepakati program pengenalan MK ini diadakan secara online
melalui media zoom dan akhirnya dibuka untuk umum. Sehingga peserta yang
mendaftar tidak hanya dari Banyumanik dan Semarang saja tetapi meluas di
berbagai Keuskupan.
Tujuan penyelenggaraan Webinar Six Weeks Program ini adalah untuk
memperkenalkan doa Kontemplatif kepada siapa saja yang terpanggil untuk
mendalaminya. Juga sebagai sarana
penyegaran pertumbuhan iman bagi para meditator agar lebih bersemangat dan
tekun dalam melakukan praktek doa
hening.
Acara ini sungguh membangun kebersamaan dalam komunitas seperti yang pernah disampaikan oleh Pater Laurence Freeman, OSB, Direktur WCCM, bahwa: “MEDITATION
CREATES COMMUNITY”
Tidak bisa dipungkiri dalam mendalami doa
kontemplatif, pasti ada perjuangan di dalamnya, diserang rasa bosan dan malas,
rasa kering dalam doa, dan aneka hambatan lainnya. Untuk itu sangat diperlukan
komunitas, karena dengan berkomunitas para meditator akan saling mengingatkan
dan menyemangati satu dengan yang lain, sehingga semakin dikuatkan &
diteguhkan dalam praktek olah rohani doa hening ini. Komunitas akan menjaga bara api tetap menyala dengan cara
terus melakukan meditasi bersama.
Komunitas juga sebagai sarana untuk membagikan rahmat buah-buah rohani
yang telah di terima melalui meditasi.