Bagi umat Katolik sudah tidak asing lagi dengan devosi Jalan Salib. Terlebih dalam masa prapaskah, devosi Jalan salib lebih intens dilakukan
baik secara pribadi maupun kelompok di Gereja maupun di tempat-tempat doa. Devosi jalan salib sendiri merujuk pada
penggambaran masa-masa terakhir Yesus, dan merupakan devosi yang memperingati
penderitaan tersebut. Tradisi jalan salib sebagai devosi yang diadakan di
Gereja dimulai oleh Santo Fransiskus Assisi dan menyebar ke seluruh Gereja
Katolik Roma pada abad pertengahan.
Komunitas Meditasi Kristiani Banyumanik baru-baru ini melaksanakan kegiatan meditasi alam sambil melakukan devosi jalan salib pada Hari Selasa, 25 Januari 2022, pkl. 16.00-19.00 WIB di Gua Maria
Talanging Sih Semarang. Jalan Salib dilakukan secara meditatif dan diikuti sekitar 40
meditator yang tergabung dalam Komunitas MK. Berbeda dengan jalan salib pada umumnya, jalan salib meditatif dibangun dalam suasana
kontemplatif, tanpa nyanyian dan doa-doa lainnya. Di setiap perhentian dibacakan refleksi singkat, lalu semua peserta diajak merenungkan kisah sengsara Tuhan
Yesus secara pribadi dalam keheningan. Keheningan yang dibangun diharapkan lebih membantu umat untuk fokus masuk dalam refleksi kisah sengsara Yesus lebih mendalam. Setelah jalan salib selesai acara dilanjutkan dengan sharing pengajaran doa kontemplatif yang
dibawakan oleh Br Bayu, CSA.

Dengan
adanya kegiatan meditasi alam yang diadakan komunitas MK Banyumanik ini, diharapkan semakin
banyak umat yang terpanggil dan menyadari
benih-benih kontemplatif dalam dirinya dengan semakin setia dan tekun
menjalani praktek meditasi dalam tradisi kontemplatif, sebagai salah satu bentuk doa yang membantu untuk semakin menyadari kehadiran Tuhan dan semakin dekat padaNya dalam keheningan.