Rekoleksi Komunitas Meditasi Kristiani Banyumanik 2023

Melayani, melayani lebih sungguh …melayani, melayani lebih sungguh
Mengasihi, mengasihi lebih sungguh…mengasihi, mengasihi lebih sungguh.
Mengampuni, mengampuni lebih sungguh…mengampuni, mengampuni lebih sungguh.

Tuhan lebih dulu mengasihi kepadaku…mengasihi, mengasihi lebih sungguh


Kidung Pujian ini mengalun lembut di dalam ruang pertemuan Rumah Retret Angela Patrick, Bandungan, Semarang, menyentuh dan menggerakan hati seluruh peserta rekoleksi Komunitas Meditasi Kristiani untuk melayani dengan lebih sungguh.

Rekoleksi yang berlangsung pada tgl 23-24 September 2023 itu diikuti oleh 40 anggota aktif komunitas Meditasi Kristiani di Paroki St Maria Fatima Banyumanik Semarang. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, rekoleksi kali ini mengambil waktu lebih panjang dengan menginap semalam di sebuah rumah retret. 

Dengan mengangkat tema "METANOIA", Bruder FX Bayu Adhi Prasetya, CSA menghantar para peserta untuk memahami makna pertobatan lebih dalam yang lebih merupakan perubahan cara pandang, sehingga menghasilkan perubahan sikap batin dalam memandang banyak aspek kehidupan dengan kacamata kontemplatif. Pengenalan akan Allah yang sejati akan mengubah cara pandang dan relasi kita terhadap diri sendiri, orang lain, dan alam ciptaan. Tema ini selaras dengan tema World Community for Christian Meditation (WCCM) tahun 2023. WCCM adalah Komunitas Mondial Meditasi Kristiani yang berpusat di London. Rekoleksi ini juga merupakan sarana untuk melihat kembali pengalaman-pengalaman akan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, juga sebagai upaya kita untuk memperbaiki relasi kita dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta.

Selama 1 malam 2 hari, para meditator berdinamika bersama. Suasana suka cita dalam kebersamaan sebagai keluarga dalam komunitas sungguh sangat terasa. Selain merefleksikan semua materi, peserta juga berdinamika membangun persaudaraan dan kebersamaan dengan berbagai aktifitas pendukung seperti ice breaking, game, senam, dan sharing sinodalitas dalam kelompok-kelompok kecil untuk belajar mendengarkan gerak Roh dalam diri sesama dan komunitas. 

Meditasi alam di pagi hari membantu peserta untuk menemukan kembali kemampuan untuk bersyukur terhadap alam ciptaan, yang selama ini terabaikan. Kemampuan untuk bersyukur terhadapa hal-hal yg kecil ini akan membawa pada hati yang bahagia dan menemukan Allah dalam segala hal. Rangkaian acara rekoleksi ini diakhiri dengan misa syukur yang dipimpin oleh RD Fl Hartosubono, Pr, Pastor Paroki St Maria Fatima Banyumanik Semarang. (Hans)